BLACKNEWS – Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan prosesi adat menginjak kepala kerbau yang dijalaninya saat menerima gelar kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung merupakan bagian dari tradisi adat dan tidak memiliki muatan politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi menanggapi polemik yang berkembang di masyarakat terkait prosesi adat yang berlangsung saat dirinya menerima gelar kehormatan dari lima kerajaan adat Lampung.
“Jangan semua hal ditarik ke ranah politik, sering enggak nyambung,” kata Jokowi di kediamannya di Sumber, Kota Solo, Selasa (7/7/2026).
Menurut Jokowi, prosesi menginjak kepala kerbau merupakan salah satu tahapan dalam ritual adat Lampung yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang menerima gelar adat.
“Itu ritual adat. Sekali lagi, itu ritual adat yang sudah tidak sekali dua kali, sudah ratusan kali dilakukan,” ujarnya.
Jokowi mengaku merasa terhormat atas penghargaan yang diberikan oleh masyarakat adat Lampung melalui penganugerahan gelar “Baginda Pemuka Bangsa”. Baginya, seluruh rangkaian prosesi merupakan simbol penghormatan yang memiliki nilai budaya tinggi.
“Itu bentuk penghormatan dari masyarakat adat di Lampung, bentuk penghormatan dari Istana Kedatun Kerajaan Lampung. Saya merasa terhormat diberikan penghargaan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami setiap prosesi adat sesuai konteks kebudayaannya. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang beragam sehingga seluruh unsur budaya daerah patut dihormati dan dilestarikan tanpa selalu dikaitkan dengan kepentingan politik.
Prosesi penganugerahan gelar adat kepada Jokowi dilaksanakan di Kedaton Keagungan, Bandar Lampung, pada 27 Juni 2026. Dalam acara tersebut, Jokowi menerima gelar kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” dari lima kerajaan adat Lampung.
Rangkaian prosesi meliputi sejumlah tahapan adat, di antaranya Cakak Pepadun atau ritual menaiki singgasana serta prosesi menginjak kepala kerbau yang merupakan bagian dari tata cara penerimaan gelar kehormatan dalam tradisi masyarakat adat Lampung. (*)















